Posted by: Alberth Christian Nahas | October 3, 2009

G30S West Sumatera

The Aftermath

The Aftermath

Bukittinggi, September 30th 2009

We were on our way to go home when the 7.6 R earthquake shocked our car. We thought there was a problem in the tire before we realized that it was the problem on the land. People run, searching a place where they felt save. Some of them were praying, some of them crying. Really, that was a shock. Electricity was going down soon after that. We managed to arrive at the home. Families are gathered near the Guess House. Children were crying in the arms of their parents. And then the rain came as it was not enough to make us suffer after the shake.

Fortunately for us, there were no serious damage. But unfortunately for them who live near the epicenter of the quake. Padang, Pariaman, Mentawai. It is estimated that as many as thousands people lost their life. And for those who survived, well, it is like hell on earth. Many of them think that it is better to be died on the disaster than life with nothing else left. It’s sad…

We send our pray to those who had lost their life and for their family, so may The Almighty always give the strength and faith and bless to continue their life.

God Bless Us

Posted by: Alberth Christian Nahas | September 17, 2009

Movie Talk

Suasana di kantor semakin mencekam setelah satu per satu personilnya menghilang. Tinggal beberapa orang saja yang bernasib sial harus terjebak di dalamnya. Eh kalo aku nggak sial ding.. cuman jadwal mudiknya aja yang dialihkan ke bulan Desember. Mengingat lebaran udah semakin dekat, aktivitas di kantor menurun dengan drastisnya. Hal yang sama juga berlaku di kompleks rumah dinas, yang sekarang tinggal ada aku, Aulia (cabut hari Sabtu), dan Mas Edison (yang gak pulang kampung).

But instead of being regret, I cheered me up with watching some of my all-time favorite movie. Oh, I didn’t tell you what is in the list of Alberth’s fave movies, did I? Well, you may now it on my facebook which I’ve wrote three of them, plus some more movies that get into me. Eng.. sebenarnya sudah sebulan lebih ini aku punya schedule nonton film. Unfortunately, since there’s no movie theater in Bukittinggi (actually there is a tiny cinema, but I tend to not consider it as the movies played on that cinema were very poor), I saw it in the different way. Thanks to the my office, IDWS, my PC, my memory stick, and DVD Playernya Mas Agus, aku jadi bisa mewujudkan itu semua. Do you want to know what I’ve been watched recently. Here’s a look:

Le Fabuleux Destin dAmélie Poulain
Le Fabuleux Destin d’Amélie Poulain

Le Fabuleux Destin d’Amélie Poulain (2001)

Aku sudah pengen banget nonton nih film sejak dulu. Pernah liat promonya di Cinema Cinema (acara resensi film di RCTI yang dibawain sama Mayong and Ira Wibowo, sebelum tv ini dipenuhi acara sampah, puihh.. miss that show). Waktu liat dulu koq ni film unik banget. Eh, baru sekarang kesampaian nontonnya dan ternyata emang filmnya oke. Ceritanya tentang seorang pelayan bernama Amélie Poulain yang ngerasa bosan dengan hidupnya yang monoton dan gak ada menarik-menariknya, ditambah dengan masa kecilnya yang agak terisolir karena ayahnya yang eksentrik dan ibunya yang menjadi korban tewas akibat ada orang yang bunuh diri dari Gereja Notre Dame. Berita tewasnya Lady Diana di Paris mengubah dirinya dan ia bertekad untuk membuat suasana di sekitar menjadi lebih menarik. Singkatnya, dia membuat dirinya mengalami petualangan seru menjadi mak comblang dan penyelamat bagi asisten tukang sayur yang terus dimaki-maki bosnya, in her fascinating ways of course. Dan dari petualangannya inilah ia menemukan pria yang gemar mengoleksi potongan foto dari photo box , yang secara gak sengaja dan dengan cara yang aneh, akhirnya menjadi kekasihnya.

Very hilarious, not kind of hollywood movie though. If you want to experience another genre of romantic comedy, you must see it. It also help me to improve my French.

Forrest Gump

Forrest Gump

Forrest Gump (1994)

This is the all-time my favorite movie. Love the story and the character. Film ini nyritain seorang idiot yang terus menerus mendapat keberuntungan dalam hidupnya. Not every single second in his life to feel disappointed or mad of his disadvantageous. Thanks to his Momma, who became such a guardian angel by her famous advise which somehow suit me:

Life is like a box of chocolate: you never know what you’re gonna get…

Penulis ceritanya dengan luar biasa menggabungkan berbagai peristiwa penting di AS dengan kehidupan Forrest Gump (i.e Perang Vietnam, skandal Water Gate, KKK, Pembunuhan Keluarga Kennedy, rasisme, lirik lagu Imagine-nya John Lennon yang ‘ternyata’ diambil dari wawancara tv Forrest Gump, and many more). Although it’s fiction, but it seems so real as if Forrest had done it all.

Banyak yang bisa kita dapetin dari film ini, misalnya gak merasa minder dengan keadaan kita, terus berusaha, tetap memegang komitmen, dan menemukan apa yang spesial dari diri kita. Love it.. love it.. looovvve it…

Life is Beautiful

Life is Beautiful

La Vita è Bella (1997)

Kalo ada film drama yang paling bagus, mungkin ini salah satunya. Judul Inggrisnya Life is Beautiful. Sebelumnya pernah liat di RCTI dan tahun kemarin kalo ga salah juga diputer di antv. Gak pernah nonton yang pake bahasa Italia, begitu juga yang dari IDWS. Tapi karena yang dubbing juga pemerannya sendiri, jadinya bagus juga. Ceritanya tentang Guido Orefice, seorang Yahudi Italia yang harus selalu memberikan bayangan tentang indahnya hidup ini kepada putranya, padahal mereka sedang berada di kamp konsentrasi Nazi, yang dianggap sebagai tempat penampungan paling biadab yang pernah ada. Agar putranya gak tahu betapa beratnya kehidupan yang dijalani, Guido berusaha mengalihkan semua situasi menjadi lebih menarik, seperti ketika dia menceritakan kalo keberadaan mereka di sini untuk mengikuti perlombaan yang jika berhasil dimenangkan, mereka akan memperoleh hadiah utama: Sebuah Tank. Lucu waktu serdadu Jerman meminta apakah ada orang yang mengerti bahasa Jerman untuk menterjemahkan peraturan-peraturan dalam kamp yang akan disampaikan kepada orang-orang Italia di dalam kamp tersebut. Guido, yang jelas-jelas gak ngerti sepatah kata pun dalam bahasa Jerman, tiba-tiba maju dan mencoba menterjemahkan peraturan itu. Tapi, artinya jadi nyeleneh abis karena dia menterjemahkan peraturan khayalan tentang perlombaan berhadiah tank, yang mana ini ditujukan kepada anaknya. Padahal, terjemahan aslinya bener-bener jauh dari hal-hal yang bagus.

What a story, deep, touching, yet so hilarious. At the beginning, this film is so whimsical and pointless. But in the end, it is a standing O.

Good Will Hunting

Good Will Hunting

Good Will Hunting (1997)

Betapa gak adilnya dunia ketika seorang yang begitu berbakat harus mengabdikan dirinya menjadi seorang pesuruh pada sebuah perguruan tinggi termasyur di dunia. Will Hunting, seorang begundal yang diberi kecerdasan yang luar biasa, memiliki pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Massachusetts Institute of Technology a.k.a MIT. Kehidupannya menjadi lebih menarik ketika seorang Profesor Matematika memergoki dirinya sedang memecahkan soal matematika yang sengaja ia tuliskan di papan tulis kampus. Soal yang tidak ada seorangpun mahasiswanya yang dapat menyelesaikan, dan bahkan perlu waktu lama bagi sang profesor tersebut untuk memperoleh jawabannya. Will, yang sepertinya gak menyadari (atau gak mau tau malahan) tentang bakatnya ini malah memilih untuk tetap menjalani hidupnya yang keras dan ma-de-su (masa depan suram -red). Sampai dia ketemu sama seorang psikiater yang dapat mengubah sifat dan sikapnya. Anehnya, pertemuan psikiater ini dengan Will juga malah menolong dirinya menemukan semangat untuk menjalani kehidupan.

Definitely one of the best movie ever played by Matt Damon and Robin Williams. Eh, nyadar gag kalo beberapa film yang diperanin ama Matt Damon itu judulnya diambil dari karakter dalam filmnya (i.e. Will Hunting dalam Good Will Hunting, Tom Ripley dalam The Talented Mr Ripley, Jason Bourne dalam the Bourne Trilogy, James Francis Ryan dalam Saving Private Ryan).

Armageddon

Armageddon

Armageddon (1998)

Sci-fi movie is not so me, but this got my attention. Ceritanya emang agak lebay malubay sih (kek Die Hard-nya Bruce Willis, koq bisa ya doi gak mati-mati), tentang ancaman meteor ke bumi. Ceritanya, bumi memerlukan pahlawan untuk menyelamatkan dari kehancuran akibat dari tabrakan meteor ini. Para ilmuwan berpendapat bahwa satu-satunya jalan adalah dengan meledakan meteor-meteor itu sebelum sampe ke bumi. Instead of sending astronauts, who have experience in traveling on space, mereka malah memilih tukang bor minyak di laut lepas (lebay lagi nih, koq gak skalian Inul Daratista aja ya) untuk diberangkatin ke luar angkasa. After following training program, they were ready for the deployment. Sialnya, pekerjaan mereka malah gak mulus karena mereka salah mendarat kebagian dimana pekerjaan bor mengebor menjadi sia-sia. Pilihannya adalah mereka harus meletakan bom nuklir itu di permukaan, yang pastinya lebih berbahaya dibanding kalo bom itu ditanam. Dan seakan-akan kurang tegang, ternyata tu bom gak bisa diledakan dari jarak jauh. Someone has to sacrifice himself to activated the bom. Di sinilah polemik siapa yang harus berkorban terjadi. Akhirnya, as we know the hollywood type, the Earth was saved, all crews arrived on ground, drama started, and the good came as the winner.

Despite of the exaggeration things, this movie is so worth to watch. I consider it as the best in the type of Sci-fi movie.


The Lord of the Rings: The Return of the King

The Lord of the Rings: The Return of the King

The Lord of the Rings: The Return of the King (2003)

Dibanding dengan film-film fantasi lainnya (says Harry Potter, Eragorn, the Matrix), ni film emang luar biasa kerennya. Nyambung dari prekuel sebelumnya, the Fellowship of the Rings dan The Two Towers, film ini jadi akhir trilogi yang paling ditunggu-tunggu. Walaupun diadaptasi dari novel (yang artinya banyak orang yang dah tahu jalan ceritanya), tapi gak mengurangi minat yang nonton untuk ngeliat perang antara pasukan hantu dengan tentara Saruman, kesaktian Gandalf, dan akhirnya cincin dibuang di kawah Doom. Gak ada habisnya kalo nyritain kehebatan visual efeknya deh.
But behind all of the magical things, there are massages to us that makes this movie is everlasting. aaaa aaaaa aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa aaa aaa aaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Shakespeare in Love

Shakespeare in Love

Shakespeare in Love (1998)
Just being a romantic. Gak nyangka kalo hidupnya Will Shakespeare ternyata seunik cerita-ceritanya. Love Gwyneth Pattrow waktu nyamar jadi cowok.

Older Posts »

Categories