Hari Selasa kemarin aku berkesempatan berkunjung ke Painan, Kab Pesisir Selatan dalam rangka acara Sosialisasi Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara, dan Geofisika (MKKuG) BMKG Sumatera Barat yang diadain di GOR (aku lupa namanya) yang dikelola oleh BAWASDA Pesisir Selatan. Sebenarnya, acara sosialisasinya diadain besoknya, berhubungan jauhnya rute perjalanan yang ditempuh, jadinya kita pake acara nginap dulu. Gak tau persis sih berapa jaraknya, tapi yang jelas dari Padang Panjang kita perlu waktu sekitar 4,5 jam untuk nyampe di sana. Buat aku, ini kali pertama aku ngunjungin Painan. Rute normal biasanya cuman sekitar Padang-Pariaman-Padang Panjang-Tanah Datar-Agam-Bukittinggi aja, itu pun cuman jalan lintas provinsi Sumbar aja.
Perjalanan yang memakan waktu lama itu terbayar lunas ketika kita sampe di sana. Oh iya lupa, rombongan kita dari Padang Panjang ada 6 orang: Pak Marso (Ka Geofisika Padang Panjang), Mas Fitri, Bang Dedi, Netty, Irma, dan aku sendiri. Begitu rombongan sampe Painan, kita semua begitu terpesona dengan keindahan alam di sana. Apalagi waktu sore kita jalan-jalan ke Bukit Langkisau. OMG, it’s so beautiful. Di sana kita bisa mendaki bukit yang pemandangan sebelah kiri dan kanannya adalah pantai dan kota Painan. Sayang aku gak bawa kamera, tapi untungnya Mas Fitri bawa. Ntar deh fotonya aku share di My Gallery.
Besoknya adalah pelaksanaan sosialisasi. FYI, acara sosialisasi ini adalah program rutin yang diadain oleh BMKG Sumbar. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan UPT-UPT BMKG yang ada di sini dan sekaligus membuka pintu kerjasama antara BMKG dan audiens yang kebetulan adalah unsur muspida, dinas dan badan daerah, serta masyarakat di pemkab dan pemko Sumatera Barat. Buat aku, ini adalah kali kedua ikutan acara ini. Tahun kemarin aku ikut sosialisasi di Kab Agam. Tapi, beda dengan tahun lalu dimana aku cuman jadi penggembira aja, kali ini aku bersama dengan Pak Ijal diserahin tugas jadi narasumber yang mempresentasikan GAW Bukit Koto Tabang. Jadinya, dalam acara sosialiasi ini, semua UPT (kecuali Maritim Teluk Bayur) berkesempatan mempresentasikan kegiatan yang dilakuin oleh stasiun tsb. Hari itu, selain aku, yang jadi narasumbernya: Pak Edi Sasmita (Meteorologi Penerbangan dan Maritim), Irma (Geofisika), dan Mas Andi (Klimatologi).
Based on last year experience, it’s not the presentation that makes me worry, but the followed questions is. Banyak pertanyaan yang melenceng dari sasaran. Maklum, audiens kita kebanyakan kalangan masyarakat awam yang mungkin gak begitu banyak tahu istilah dan kegiatan di bidang MKKuG, kecuali soal gempa yang kebetulan jadi hot topic hari itu. Untuk GAW sendiri karena kebaikan jatah di siang hari, jadinya audiens udah banyak yang capek. Apalagi cuaca di Painan hari itu gerah banget, especially buat aku yang udah kerasan ama sejuknya Bukittinggi. Tapi overall, presentasi yang aku lakuin cukup sukses. Audiensnya cukup antusias untuk mengikuti karena sengaja aku buat slide-slide powerpoint yang interaktif dan gak banyak pake acara baca teks di layar. Apalagi waktu sesi diskusi ada yang melontarkan pertanyaan yang nyeleneh (Apa ada intervensi dari pihak asing untuk memanfaatkan isu pemanasan global bagi kepentingannya sendiri?) dan dengan argumen-argumen yang maksa banget. Yah, yang namanya masyarakat awam, boleh dong mereka nanya apa aja. Beside that, it’s what the aim of our program, giving the right information. Overall however, semuanya berjalan dengan lancar (kecuali ada sedikit trouble waktu mati lampu, untung Bang Dedi sigap dengan gensetnya).
Jam 3 acara selesai dan ditandai dengan wajah sumringah para audiens. Keknya sih bukan karena info yang didapat dari sosialisasi, tapi isi dari amplop uang transport yang ada di tangan masing-masing
. Setelah beres-beres dan foto-foto, jam 4 sore kita pulang. Rute jalan pulang sedikit berbeda, kali ini kita menyusuri pantai paling termasyur di Sumbar yaitu Teluk Bayur. View di sini juga luar bisa, dari jalan kita bisa melihat keindahan pantai dan sebagian kota Padang. Aku gak ikut rombongan sampe Padang Panjang karena pasti nanti sampenya malam banget dan aku gak bisa pulang langsung ke Bukittinggi. Jadinya aku turun di Padang dan ambil travel ke Bukittinggi. Jam setengah 10 malam aku sampe di Pasadama.
What an extraordinary experience! Mudah-mudahan ntar dapat kesempatan lagi jalan-jalan.

Wah wah wah.. sebagus apa? Share fotonya ya.. Hehe..
By: clararch02 on February 13, 2009
at 1:59 pm
sumringah gara2 uang transport…ya sih..
motivasi org2 pada datang ya karena y satu ini, heheh
jadi inget waktu sosialisasi di airmanis.
By: pia on February 26, 2009
at 3:57 pm