Pagi itu tanggal 13 Februari, aku kebagian dinas sendirian di kantor karena kebetulan bang Carles ada acara nikahan keponakannya. So, karena gak ada yang ditunggu, jam 8 lewat dikit aku udah cabut ke kantor (sorry nih, bukannya males, tapi emang jadwal dinas di GAW rada-rada spesial, considering perjuangan yang harus kita tempuh ke kantor). Sampe di kantor, seperti biasa aku buka semua pintu, buka imel dikomputer, trus cek komputer Gawdaq, dan ngambil data pengamatan sinop di taman meteo. Rutinitas yang tiap hari dinas aku lakuin. Nothing was different until I checked my mail. Sendernya si Ali. Well, sedikit flashback, si Ali ini tahun kemarin dateng ke GAW sebagai auditor monitoring aerosol (postingnya ada di sini). Imelnya singkat aja, gak panjang-panjang, tapi membuatku kaget setengah mati. Katanya:
Dear Alberth,
I would like to personally invite to the GAWTEC course in Germany….
I know that an other person had applied, but we would lie that you come…
What do you think?
If yes, please apply until tomorrow…best wishes
Ali
Seneng… kaget… bingung… lapar (maklum sarapannya dikit), semuanya nyampur jadi satu. Oh iya, just in case u wanna know, GAWTEC course itu program yang rutin diadain oleh pusdiklatnya GAW dan tempat pelaksanaannya di… Jerman. Iya, JERMAN! Itu yang bikin aku kaget setengah mati. Dan yang bikin aku lebih surprise lagi adalah kata-kata “… personally invite …”, which in my understanding, itu artinya dia mau aku yang dateng sebagai peserta training.
Masih kaget dengan apa yang aku baca, aku kemudian menghubungi Mas Sugeng, Kasi Datin-nya di sini. Kebetulan beliau bulan November kemarin baru pulang dari Jerman untuk ikutan training ini. Maksudku nelpon adalah untuk mendiskusikan soal imel ini karena ada sedikit masalah yang pastinya akan muncul. Ceritanya gini, sebagai program rutin GAW, pada setiap pelaksanaan GAWTEC course, semua stasiun GAW akan menominasikan siapa yang akan ikut. Nah, kebetulan dari Kototabang juga sudah menominasikan Mas Edison untuk ikut serta. Namanya bahkan udah masuk ke databasenya di Jerman sono. Trus, masalah lain adalah statusku yang masih CPNS, yang artinya belum punya Kartu Pegawai yang katanya dalam pengurusan paspor dinas adalah hal yang sangat penting. Nah, masalah-masalah itu yang aku diskusiin ke Mas Sugeng via telpon. Akhirnya saran Mas Sugeng, yang aku pikir juga paling bagus, adalah menjelaskan statusku di sini sebagai CPNS sehingga ada keterbatasan-keterbatasan, unless dia (baca: Ali) bisa mencarikan jalan keluarnya. Aku sih pasrah aja, yah kalo bisa ya Puji Tuhan, kalo gak ya ga papa, yang pasti sudah suatu kehormatan yang luar biasa aku bisa mendapat personal invitation.
Hari-hari selanjutnya aku belum mendapat kabar. Cuma imel dari Ali ke Jakarta yang di CC ke aku, menjelaskan kalo dia menharapkan agar aku dapat ikutan training. Trus juga dari Pak Ijal yang menerima kabar dari Bu Nur (Kabid Kualitas Udara di BMKG Pusat) yang menjelaskan kalo keikutsertaan aku di GAWTEC kali ini masih dalam tahap ‘lobby’ di bagian kepegawaian. Pokoknya belum ada kabar yang pasti sampe akhirnya tanggal 19 Februari aku nerima CC imel dari Bu Nur:
Dear Al,
Thank you for your email. I have discussed with Herizal and conclude that we are basically agree with Alberth’ participation at the nest GAWTEC program. Therefore, we would officially nominate him for the upcoming GAWTEC program. Would you please provide him with the formal invitation letter based on which we could work on his travel document since from our last experience we learned that it did take time to arrange visa at the Germany embassy in Jakarta.Thank you very much indeed for your kind support and for keeping your interest on our GAW site.
Kind regards,
Noer.
Trus disusul oleh imelnya Dr. Till Rehm dari GAWTEC:
Dear Alberth,
you have been nominated to participate in the 16th GAWTEC course from March 22nd to April 4th, 2009 at Schneefernerhaus, Germany.
I include an official invitation letter.
Please do the following:
- Fill the application form at www.gawtec.de/registration.htnl
- Go to the German embassy in Jakarta to apply for your visa. You have to go there personally and it takes 10 working days to get the visa. There are only 20 days left, so please go there as soon as possible. I will send an invitation for you to the embassy.
- Please contact Ms Renaudot (CRenaudot@wmo.int) at the WMO to arrange your travels. You should arrive in Munich on March 22nd and leave again on April 4th
greetings
Till
Ada official invitation letter-nya juga, yang artinya officially aku bisa berangkat ngikutin GAWTEC course. Tapi, muncul masalah lainnya, seperti yang ditulis pada poin 2 imelnya Till: so please go there as soon as possible. Maksudnya soal pengurusan paspor dan visa di Jakarta. And guess what, I have like zero experience in this! dan yang lebih ngenas lagi, aku belum pernah menjejakan kaki di kantor BMKG Jakarta. Jadi lengkaplah bumbu petualanganku nantinya di Jakarta, pikirku.
Besoknya aku berangkat ke Jakarta. Sebetulnya tujuan utama bukan ngurus dokumen untuk kelengkapan paspor dan visa di BMKG sih, tapi karena hari Sabtunya kakakku David menikah, jadinya acara ngurus ke BMKG disempet-sempetin yang berujung pada kemoloran kepulanganku ke Sumbar yang tadi rencananya hari Minggu jadi hari Selasa. Acara nikahannya sih berlangsung sukses (Good luck bro for your new life), tapi aku masih belum tenang secara masih ada PR yang dikerjain. Setelah hari Minggu, rombongan keluargaku berpisah masing-masing ke tempat asalnya, tinggalah aku sendiri di ibukota, coz besoknya harus melanjutin petualangan di BMKG Jakarta.
Hari Senin, aku mencoba peruntunganku di Kemayoran. Mulanya aku kesulitan mencari dimana lokasi kantor pusat BMKG secara di Jalan Angkasa itu kek pusatnya Dephub. Akhirnya secara gak sengaja aku nemu tanah tumpah darah BMKG. Sedikit kasian karena keberadaannya seakan ditelan ama gedung-gedung lain yang lebih tinggi dan lebih megah. Anyway, sejak hari itu aku mulai petualangan untuk pengurusan dokumen. Di sana aku ketemu ama Mba Clara dan Mba Ajeng, teman seperjuangan di Banjarbaru, back waktu tes CPNS BMKG. Those two were really helpful. Gak kebayang deh gimana jadinya kalo gak ada mereka berdua. Aku juga main-main ke bagian Kualitas Udara, ketemu ama staf di sana yang secara tupoksi berkaitan amat erat dengan GAW. Singkat cerita, dua hari di sana dengan berbagai prosedur dan staf yang harus kuhadapi, akhirnya aku bisa menyelesaikan urusan. Well, at least sampai pengajuan paspor dinas. Sekarang statusku masih dalam keadaan menunggu, menunggu selesainya paspor. Setelah itu, aku mesti ke Jakarta lagi untuk pengurusan visa.
Sampe saat ini aku masih belum pasti apakah ini bener-bener terjadi, maksudnya proses ini koq cepat banget. To be honest, it’s not the way I wanna go abroad but I think God has His own way. Mungkin aja ini kek PIMNAS kemarin, gak disangka-sangka tapi akhirnya bisa berangkat ke Lampung, dan eh.. trus kerja di Bukittinggi. Really, life is a mystery.
Hmmm, I only can say: Wish me luck…

Alberth…KEREEEN BANGEEEETTT!! Selamat… I’m so truly proud of you… Semoga sukses dan lancar aja untuk urusan selanjutnya ya… Saya yakin, karena ini memang untuk tujuan yang baik, niscaya jalannya juga akan dimudahkan sama Yang Maha Kuasa…
By: Utami on March 1, 2009
at 4:36 pm
Hi alberth,
Aku bulan, ehm, temen km di sd sanjaya
mudah2an masih inget ya (pindahan dari jakarta, mainnya dulu sama mega dan diana
)
nice to find you here
been long time hv no contact. But, i know you’ll be success someday. time flies ya
ga nyangka kita dah pada gede, dan kerja semua
By: bulan on March 2, 2009
at 7:32 am
Pengen ikut.. btw, Skmu kayanya udah jadi Beth
By: Lady Clara on March 2, 2009
at 8:31 am
setuju..life is a mystery..
moga2 berhasil…..:)
By: pia on March 2, 2009
at 4:03 pm
Hi, I considered your blog as one among 10 best blogs in my friend linked blogs. U’ve just got an award from me.. check it out in my blog at http://clararch02.blogspot.com/2009/04/award-from-my-linked-friends.html
Hehe.. keep blogging, cayoo.. Clararch02.blogspot.com
By: Lady Clara on April 13, 2009
at 10:48 am