
Welcome to The Jungle
Udah resiko pekerjaan kalo aku bertugas di tengah hutan. Tapi untuk merambah hutan (alias masuk ke dalam hutan yang bener-bener masih hutan) emang belum pernah kulakuin. Nah, kesempatan itu datang hari Selasa lalu. Ceritanya gini, salah satu kolega kita yang sekarang sedang mengambil doktor di salah satu universitas di Indiana menghubungi Pak Ijal. Rencananya, dia mau ngambil riset di bidang POPs. For those who don’t know anything about POPs, you can go to this site or you can read my paper. Risetnya dilakukan dengan mengambil sampel kulit kayu yang jaraknya ± 50 m dari lokasi stasiun, yang artinya itu ada di dalam hutan di sekeliling kantor. I told you before that our station is situated literally in the middle of nothing.
Sekitar jam 10an kita (aku, Mas Edison, Mas Agus, Firda, Aulia, dan Bang Ibrahim) berangkat ke lokasi. Rencananya ada tiga titik yang dijadiin tempat pengambilan sampel kulit kayu: Sebelah Timur, Barat, dan Selatan stasiun. Kita gak ngambil sampel di Utara karena menurut Bang Ibrahim lokasinya terlalu susah untuk dimasuki. Yo wis, karena ternyata dari tiga lokasi tersebut udah cukup untuk merepresentasikan ’sambutan’ Hutan Sumatera. Lokasi pertama, sebelah Barat stasiun, kebetulan sangat curam, secara kita mengarah ke sisi jurang. It was almost impossible to get the job done, thanks to Bang Ibrahim who was brave enough to reach it. Setelah sampel sukses di dapat, kita lanjutin petualangan kecil kita ke sebelah Selatan stasiun, kebetulan lokasinya gak gitu jauh dan tempatnya juga cukup mudah untuk dijangkau. Cuman di sini kita dapet tamu kecil berupa semut-semut kecil (gak pake …saya mau tanya… apakah kamu di dalam sana.. tidak takut macan…) yang walaupun warnanya hitam ternyata punya kemampuan menggigit yang luar biasa. We always assumed that black ant was not as bad as the red one, in term of biting people, well, in the jungle, in turns to be different. But, luckily, it just a small harmless bite that no need to worry about. Kita semua bisa keluar dengan selamat sentosa dan bahagia. Terus kita lanjutin perjalanan kita menuju lokasi terakhir, sebelah Timur stasiun. Nah yang satu ini jaraknya cukup jauh. Kita harus berputar lewat belakang kantor LAPAN, trus masuk ke dalam hutan yang belum dirambah. Kebetulan sehari sebelumnya Bang Ibrahim nemu ular (yang dari corak kulitnya seperti anak phyton, well, ular phyton dalam ukuran mini bisa jadi anaknya kan.. frankly i dunno, i’m not the expert though), jadinya kisah kita sebelum masuk hutan jadi nambah serem.

Resiko punya staf mantan model.. Pose dulu ah..
Setengah satu kita sudah selesai mengambil semua sampel. Saatnya kita balik ke kantor, menimbang semua sampel, mengisi kertas-kertas berisi pertanyaan tentang sampel yang diambil, trus ngepak sampel. Semuanya demi kelancaran riset yang akan dilakuin nanti. Huah.. pas banget jam kita balik itu pas banget dengan jam makan siang. So, setelah semua beres, kita langsung makan siang yang herannya hari itu rasanya nikmat sekali.
Interesting. Not to mention that our job is an adventure but what we had done that day was truly interesting. In the name of science, we are welcoming everyone to make their research or study here, Experience the spirit of Sumatran Jungle here, and also share his/her knowledge with us.

sebelum masuk hutan, musti siap2..
siapin rokok buat lintah..n garam untuk ular..
By: pia on June 10, 2009
at 11:13 am