Aduh, pengen banget ngisi posting soal ini karena kalo ga salah, beberapa hari yang lalu, salah satu TV swasta Indonesia nayangin Ratatouille, film kartun berbasis Computer-Generated Imagery (CGI). And you know what, I love this movie. Matter fact, I enjoy watching many CGI- animated movies. Berbeda dengan kartun konvensional, CGI memungkinkan tampilan gambar lebih hidup, scene-scenenya keliatan asli dan pengggambaran emosi setiap karakternya menjadi lebih nyata. That’s what we called the touch of technology, isn’t it? Memang sih ada beberapa orang yang lebih prefer ke kartun konvensional karena mereka pikir that’s the way a cartoon should look like, dan memisahkan golongan film ini ke genre lain. Tapi aku pikir sih sama saja karena pada dasarnya CGI-animated adalah bentuk konvensional yang dimodernkan. Plus, sebagian besar tontonannya diklasifikasikan dalam kategori G (General/Semua Umur) dan PG (Parental Guide/Bimbingan Ortu), atau dengan kata lain film keluarga.
Nah, posting kali ini akan aku isi dengan Top 5 CGI-Animated Feature pilihanku. Dan kebetulan semua pilihanku diproduksi oleh studio yang sama (ga ada unsur kesengajaan di sini lo). Trus, semua film yang aku masukin juga kebetulan produksi Hollywood (I scarcely see any anime or non-Hollywood production, not because I don’t like it, but it’s more like because of their campaign. Yeah, they got me!). Semi-CGI macam Garfield, Stuart Little, atau Avatar ga aku masukin juga (khusus yang terakhir keknya ni film overrated banget, dana segitu mah bisa bikin banyak film yang lebih mutu, in term of the story-line).
Shall we begin?
.: Number 5 :.
![]()
Toy Story (Disney-Pixar, 1995)
Inilah pelopor CGI-Animated. Kisah tentang boneka-boneka yang menjadi hidup ketika tidak ada manusia di sekitarnya. Semua tokoh dalam film ini memiliki karakter yang kuat dan bahkan ceritanya lebih hidup daripada kebanyakan karakter manusia yang ada di film-film sejenis. Sebenarnya, tempat ini bisa diisi juga sama Toy Story 3 yang sepertinya lebih dalem ceritanya. But in the shake of honoring the pioneer, I give this position to the first of franchise.
.: Number 4 :.
![]()
Ratatouille (Disney-Pixar, 2007)
Ah, all about french is romantic. And this movie showed it with rats! Pemuda yang ga punya apa-apa, tiba-tiba menjadi salah seorang chef ternama, berkat bantuan seekor tikus. Tikus? Iya, tikus yang ga sadar diri soal ke-tikus-annya, merasa bisa ‘out of the box’ dan berteman dengan manusia. I can’t help myself, I’ve watched it like many times and I still love it (sayang yang di RCTI kemaren didubbing, suka maksa dialognya). Kalo dibikin versi aslinya keren juga kali ya.
.: Number 3:.
![]()
Finding Nemo (Disney-Pixar, 2003)
Seorang ayah yang menjelajahi samudra luas untuk mencari anaknya yang hilang. Doesn’t sound that fantastic, eh? Tapi yang ini secara harafiah, karena tokohnya emang ikan. Nemo si clown fish (ikan badut?) terpisah ribuan mil dari ayahnya karena ketangkap oleh seorang penyelam dan dibawa ke Sydney. Si ayah, Marlin (also a clown fish, clearly that would make an odd if it is otherwise) bertualang menghadapi semua mara bahaya di dasar laut yang belum pernah dijumpai sebelumnya. The scenes are unbelievable! Trus si Dolly lucu banget.
.: Number 2 :.
Up (Disney-Pixar, 2009)
The magic of cartoons is making something impossible becomes real. Menerbangkan rumah dengan balon gas? Bisa disetir? Ga masuk akal! Tapi inilah hebatnya Up. Ulasannya udah pernah aku bikin di sini, jadi aku ga perlu cerita lebih panjang. Many critics said that the first 10 minutes of the movie is one of the greatest moment in any movie and they made it as a cartoon. FYI, yang masih penasaran apakah benar kita bisa nerbangin rumah pake balon gas, ini sedikit fakta: Kalo rumah Carl luasnya 1600 kaki persegi dan berat rumah per satuan luasnya itu sekitar 60-100 pon, maka total berat rumah itu sekitar 120000 pon. Kalo satu balon gas bisa mengangkat beban seberat 0.009 pon (4.63 gram), maka diperlukan balon gas sebanyak 12658392 buah! Di film itu, rumah Carl diangkat oleh 20622 balon gas (siapa sih yang kurang kerjaan ngitungin balon), plus mencabut rumah dari semua koneksi kabel dan selang di tanah. Must be special balloons he used!
And… The winner is…
*Drum rolled*
.: Number 1 :.
![]()
WALL – E (Disney-Pixar, 2008)
Revolusioner! Mungkin salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah animasi, bukan hanya dari segi teknologi, tapi juga dari plotnya (At least in my opinion). WALL-E (Waste Allocation Lifter Load – Earth Class), robot petugas kebersihan yang mengembangkan kemampuannya memiliki perasaan, jatuh cinta dengan EVE (Extraterrestrial Vegetation Evaluator), robot inspektor tanaman. The most amazing thing about this movie is the fact that not so many dialogues, mimics, or gestures featured, yet the connection to the audience is felt deeply. And that’s what make this movie is not just a good movie, but a great one, without putting attention too much on effects, fancy words, or exaggerated characterization. Sama seperti Finding Nemo, scene dalam WALL-E juga keren.
Well, that’s it. My pick for the best CGI-Animated Feature.. so far. Don’t forget the last two words, because the list may change someday (hopefully). Sebagai tambahan, aku juga masukin beberapa karakter favorit dalam kategori masing-masing. Here’s the list:
Favorite Male Character (Human)
- Carl Fredricksen (Up)
- Bob Parr/Mr. Incredible (The Incredibles)
- Lewis (Meet The Robinsons)
- Princess Fiona (Shrek)
- Collete Tatou (Ratatouille)
- Edna Mode (The Incredibles)
- WALL-E (WALL-E)
- Shrek (Shrek)
- Remy (Ratatouille)
- Dolly (Finding Nemo)
- EVE (WALL-E)
- Rita Malone (Flushed Away)
- Dolly (Finding Nemo)
- Mike Wazowski (Monster, Inc.)
- Edna Mode (The Incredibles)
- Gallaxhar (Monsters Vs. Aliens)
- Felonious Gru (Despicable Me)
- Megamind (Megamind)
- Up
- How To Train Your Dragon
- Ratatouille
